'Panggilan' Selfie di Tanah Suci



Ternyata selfie juga melanda para jamaah haji lho! Wow! Saya pikir hanya pelaku umroh plus jalan-jalan doang yang melakukannya. Ternyata virus selfie juga menjangkiti mereka yang melaksanakan ibadah yang menuntut kekhusyukan semacam ibadah haji ini.
Selama ini saya sering melihat foto berseliweran dari mereka yang sedang umroh atau haji di beranda
Facebook atau Twitter. Saya menanggapinya sih positif saja. Kadang jadi semacam cambuk dan penyemangat bagi  diri sendiri agar saya lebih giat menabung dan bisa menyusul mereka untuk berhaji atau umroh suatu hari nanti.
Menurut saya, tak masalah mengabadikan foto saat berhaji, jika itu niatnya untuk memberi semangat pada muslim lain agar bersegera memenuhi panggilan Allah ke Baitullah. Dengan catatan, ya itu tadi niatnya memang untuk menyebar semangat berbuat kebaikan.
Lazim kita ketahui, tak semua orang yang sudah mampu itu tergerak untuk melakukan rukun Islam yang ke-5 ini. Banyak dari kita yang berkecukupan dari segi materi, namun belum terpanggil hatinya. Contoh kecil saja, untuk mencicil mobil yang harganya ratusan juta kita kuat, tapi untuk menabung biaya haji selalu dirasa terlalu berat! Betul tidak???
Tapi jika foto itu adalah foto selfie, yang artinya di-upload di sosial media, sebaiknya kita patut waspada. Jangan sampai niat selfie yang awalnya ingin berbagi kebahagiaan atau semangat pada saudara muslim yang lain jadi tersamarkan. Berganti niat menjadi pamer atau riya.
Kenapa begitu? Setiap helaan napas, setan laknatullah selalu menguntit ke mana pun kita pergi. Membisikkan godaan dari segala sisi, kiri kanan depan belakang. Bahkan di jalan kebaikan dan terlihat mulia pun, ia berusaha menjerumuskan kita agar terperosok di jurang kesesatan. Termasuk urusan selfie di atas.
Saran saya, agar tak terjebak niat yang salah dari berfoto ketika berhaji atau umroh, simpan foto itu untuk diri sendiri, jangan sampai dipublikasi hanya untuk keperluan tampil eksis. Kalau ingin lebih baik lagi, ya jangan foto sekalian. Keberadaan kita sebagai tamu di Baitullah cukup Allah, keluarga dan pihak terkait yang tahu. Berfoto hanya sekedar untuk dokumentasi pribadi saja. Tak perlu upload foto segala di semua sosial media yang Anda punya.
Niatkan keberangkatan ke Tanah Suci pure untuk beribadah pada Allah. Sayang juga kan, setelah menabung bersusah payah untuk berhaji atau umrah, pahala ibadah kita akhirnya habis dan hangus terbakar akibat dosa penyakit riya gegara meng-upload foto selfie di sosial media?

Wallahu 'alam bishawwab!

Hegar Asri, 10 Oktober 2014

Komentar

Posting Komentar

Komen aja, jangan malu-malu! ^_^

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik