Ketika Kucing Bicara

Saya tak percaya ini! Akhirnya impian saya terkabul juga. Bukan! Ini bukan tentang novel yang baru diketik outline berikut dua bab di Ms. Word dan 12 bab lainnya masih di kepala, dan saya sudah berani membayangkan seperti apa jika novel itu jika difilmkan nantinya! 

Tidak! Bukan itu. Ini tentang pencapaian yang sangat luar biasa. Dan saya pikir tak semua orang bisa. Dan kalau ada yang berpikir mereka juga bisa, that's fine. Saya bisa terima kok, tunai maupun kredit! (Ini ngomong apa sih?)
Sebenarnya saya cuma ingin memberitahu bahwa sekarang saya mulai mengerti dengan salah satu bahasa hewan, yaitu bahasa kucing. Ya, bahasa kucing, bahasa yang cuma terdiri dari lima huruf  dan
dua suku kata itu , M-E-O-N-G, dibaca me-ong!

Akibat bergaul terlalu bebas dengan si Mikki, saya jadi mahir dengan bahasa yang ia ucapkan. Satu kata meong itu ternyata mengandung banyak sekali arti dan ungkapan.

Misalnya saat saya pulang dari tukang sayur, ia akan mengucapkan meong berkali-kali sambil membuntuti saya hingga ke dapur. Pasti ia sedang mengucapkan,"Madam, mana ikan kembung jatah makan siangku hari ini? Kau tadi membelinya, bukan?"

Lalu  saat menemukan plastik belanjaan saya kosong tanpa ikan, meongnya akan diucapkan lebih panjang dan terkesan ngomel. Itu artinya begini,"Kenapa tak ada ikan hari ini? Terus aku harus makan apa, Madam? Dengar, perutku mulai keroncongan karena tadi pagi kau juga tak memberiku sarapan!" Biasanya saya jawab dengan satu ketukan pelan menggunakan gagang pisau di kepalanya. Ia langsung menunduk dan terdiam. Tahu bahwa itu pertanyaan tak sopan yang tak pantas diucapkan oleh kucing pada tuannya.

Nah, setelah makan biasanya ia mengeong sambil menatap kran di bak cuci. Itu artinya begini,"Aku haus, Madam. Bisakah kau mengambilkan air minum untukku?" Langsung saya ajak ia menuju kamar mandi, dan ia pun mengikuti sambil menaikkan kedua kakinya di sisi bak penampungan. Menunggu gayung yang berisi air ditaruh di lantai dan ia pun minum hingga selesai.

Malam hari, saat saya tengah asyik mengetik sambil nonton film di layar TV, ia mengeong berulang sambil menatap daun pintu. Nah itu artinya begini, "Madam, bisa kau bukakan aku pintu? Aku ingin kencan dengan pacarku malam ini! Atau kalau tidak, mungkin aku akan berkelahi saja dengan kucing tetangga sok jago yang tinggal di ujung kali!"

Jika menatap pintunya dilakukan di pagi hari berarti,"Tolong Madam, cepat bukakan pintunya! Sudah di ujung nih!" Begitu pintu terbuka, benar saja! Mikki langsung berjalan cepat menuju onggokan pasir milik tetangga yang sedang merenovasi rumah. Mencari lokasi strategis untuk menyembunyikan 'harta karun'-nya!

Untuk sementara baru itu saja bahasa kucing yang saya mengerti. Kadang Mikki mondar-mandir mencari sesuatu dengan menciumi setiap sudut rumah. Saat ditanya, ia diam saja. Ya, iyalah! kalau kucing bicara, alamat geger seluruh dunia!

Hegar Asri, 09 Oktober 2014 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik