Kendi tanpa Jin

Suatu hari saat pulang kerja suami saya bawa ransel berisi kendi. Katanya khusus pesan jauh-jauh dari Purwakarta. Melihat bentuk kendinya mengingatkan saya pada jin yang keluar dari kendi Aladin. Bedanya yang ini lebih buncit dan yang pasti lebih berat, karena kendi ini terbuat dari tanah liat.

Kami memutuskan untuk hidup lebih sehat. Sudah saatnya memensiunkan guci dispenser keramik yang selama ini setia menemani kami sebagai penyangga galon air minum instant yang biasa kami konsumsi. Air galon bermerk terkenal yang katanya sehat itu, menurut artikel yang dikirimkan seorang teman ternyata mengandung zat yang menyebabkan kemandulan. Owalahhh...
Terlepas dari benar tidaknya informasi yang dibeberkan oleh artikel tersebut, hati saya terlanjur takut. Apalagi mengingat kondisi saya dan beberapa teman yang mengalami nasib yang sama, yaitu susah hamil anak kedua. Ah, apa salahnya dicoba. Anggap saja ini ikhtiar kami agar segera diberi omongan lagi.

Hasilnya, setiap hari saya merasa kembali terlempar di zaman dahulu kala, ketika masih tinggal di rumah Ibu di Sambas sana. Mau minum, rebus air dulu. Bedanya jika di sana merebus air hujan atau air ledeng, sedang saya merebus air isi ulang. Setelah dingin, baru dimasukkan ke ceret alumunium. Dan saya di sini menggunakan kendi agar air yang akan dikonsumsi jadi tambah dingin secara alami. Meski punya kulkas, kami memang tak terbiasa minum air putih yang didinginkan di lemari es.

Kadang kalau capek masak air, kami beralih ke air minum yang mengandung oksigen tinggi. Meski harganya lebih mahal, demi kesehatan tak ada salahnya berkorban untuk ini. Tapi untuk suami, air inipun tetap harus melewati satu proses lagi, yaitu bermalam di dalam kendi.

Hasilnya, jug plastik foodgrade yang saya sediakan untuk penyimpan air minum cadangan sukses dikalahkan oleh kendi tradisional ini. Weleh...weleh...

Cikarang Pusat, 20 September 2014






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik