Teller Susah Nyengir

Baru kali ini saya disuguhkan pemandangan aneh. Dan rasanya cuma di bank ini pula saya mendapatkan kesan yang seragam dari nasabah yang pernah merasakan pelayanannya. Bank yang  identik dengan rakyat, karena selalu ada kantor cabangnya bahkan di desa terpencil sekalipun.
Biasanya Teller atau Customer Service yang direkrut instansi perbankan diambil yang berpenampilan
menarik dan super ramah pada nasabah. Membuat kita merasa nyaman dan diperlakukan istimewa saat melakukan transaksi perbankan. Wajah-wajah rupawan dengan senyum yang tak henti menghias bibir manis mereka, membuat kita betah meski kadang harus menunggu lama.

Nah, di salah satu bank yang lokasinya tak jauh dari kompleks tempat tinggal kami, saya menemukan hal berbeda. Dua teller wanita yang bekerja di sana jauh dari kesan ramah. Berwajah pas-pasan pula. Senyum jarang hadir di wajah mereka. Bahkan setelah transaksi pun terima kasih sulit meluncur dari bibir keduanya.

Saya pikir itu hanya perasaan saya saja. Tapi saat saya tanyakan pada nasabah lain, mereka juga merasakan hal yang sama. Ada tiga orang nasabah bank tersebut yang sependapat dengan saya. Pelayanan lambat dan yang pasti tanpa senyum dan keramah tamahan layaknya pelayanan bank pada umumnya.

Apa karena bank tersebut identik dengan rakyat kecil sehingga teller perempuan ini jadi susah tersenyum? Atau karena antrian yang selalu mengular yang membuat mereka kehilangan keramah tamahan? Padahal nasabah adalah omzet bagi sebuah bank.

Beruntung saya bukan nasabah bank tersebut. Hanya karena urusan bisnislah yang mengharuskan saya ada di tempat dengan pelayanan tak memuaskan itu. Herannya, justru bapak sekuriti yang bertugas di pintu masuk malah lebih friendly dan lumayan ramah dari pada mbak-mbak di lantai atas tadi.

Mungkin ada baiknya kedua teller itu berguru dengan petugas SPBU atau kasir minimarket. Yang selalu tak lupa menebarkan 3S dalam tiap pelayanannya; Senyum, Salam, dan Sapa.
 
Atau boleh juga sesekali mereka mencoba trik agar selalu tersenyum or nyengir dari negeri Tiongkok seperti gambar di atas ^_^

Cikarang Pusat, 18 Agustus 2014

foto: mbah google


Komentar

  1. Teller bank memang dituntut untuk ramah, kalau saya pribadi jika saya mendapati sikap yang tidak ramah, saya akan menegurnya, "Kok judes amat jadi teller? Mau saya laporkan ke manager?"

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin stok senyumnya dah habis kali Mbah, jd yang tersisa hanya muka judesnya, hehehe

      Hapus

Posting Komentar

Komen aja, jangan malu-malu! ^_^

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik