Rejeki Bertambah karena Menikah!

Pertama kali mengenal lelaki ini, dia adalah satu dari banyak teman pria saya yang termasuk lelaki tak berpunya. Betul, meski saya tahu pendapatannya--saya pernah tak sengaja melihat slip gajinya-- sebagai karyawan termasuk lebih dari cukup untuk ukuran bujangan, tetap saja ia kalah pamor
dengan pria-pria lain di sekitar saya.

Kerja naik angkot. Kuliah jalan kaki. Sementara yang lain sudah punya tunggangan masing-masing (baca: motor), ia bergeming. Tinggal di kontrakan super murah. Tiap hari sarapan mie rebus--tiap belanja yang terlihat ditenteng mie instant semua. Jarang makan di restoran. Entah untuk apa gaji sebanyak itu saya tak tahu. Mungkin habis untuk biaya kuliah. Atau bisa jadi habis untuk keperluan orang tua dan adik-adiknya.

Lalu saat menyandang gelar sarjana, ia beranikan diri untuk menikahi gadis pujaan hatinya. Meski hanya bermodal uang 3,5 juta rupiah untuk resepsi. Mereka resmi jadi suami istri.

Setelah menikah, awalnya ia diuji dengan berbagai kekurangan. Gaji yang kecil dan pas-pasan. Tapi itu tak lama, setelah kelahiran anak pertamanya, perlahan rejekinya bertambah. Tak cuma itu, ia juga dikaruniai rejeki lebih untuk membeli motor baru dan mengontrak sebuah rumah.

Jelang empat tahun pernikahan, mereka berhasil membeli rumah idaman. Sekaligus merenovasinya. Tahun ke lima, mereka pun pindah. Hingga kini bertahun-tahun setelahnya, hidup lelaki itu jauh lebih baik dibanding saat bujangan.

Ya, dengan menikah Allah mencukupkan dengan karunianya. Bagi bujangan yang rejekinya pas-pasan, dengan jalan menikah, rejeki Anda mungkin akan bertambah. Insya Allah!

Cikarang Pusat, 16 September 2014

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik