Modal Berkedip, Lelaki Itu Menulis Buku!

Bagaimana mungkin sebuah buku bisa ditulis hanya lewat kedipan? Dengan hanya mengandalkan kelopak mata kiri pula. Tapi ajaibnya, itulah yang benar-benar terjadi. Autobiografi berhasil dirilis dengan perantara kedipan mata kiri!

Kisah ini adalah tentang Jean-Dominique Bauby. Seorang playboy kaya raya sekaligus editor Elle, majalah fashion terkenal di Paris. Seorang ayah biologis dari tiga anak dengan perempuan yang tak pernah dinikahinya, karena terlalu sibuk dengan hidupnya yang glamour dan
dikelilingi dengan banyak wanita simpanan.

Hingga akhirnya Bauby--atau Jean-Do panggilan ngetopnya--mengalami locked-in syndrom mendadak pada Desember 1995 di usia 43 tahun. Suatu gejala stroke ekstrim yang langka dan mengubahnya dari pria sehat, sempurna, dan bebas merdeka menjadi bayi raksasa dalam seketika. Setelah tiga minggu koma, semua anggota tubuh dipastikan lumpuh meski panca inderanya masih normal bekerja. Itu menjadikannya seperti bangkai hidup. Diam tanpa suara, hanya mampu melihat dan mendengar apa yang terjadi di sekelilingnya.

Beruntung materi bukan masalah bagi Bauby. Sehingga pihak keluarga memutuskan untuk membayar semua jasa tenaga medis dan terapis yang merawat, memandikan, serta menjaganya 24 jam. Sekarang masalahnya, bagaimana caranya berkomunikasi dengan 'mayat hidup' ini? Ia tak mampu berbicara. Menggerakkan bibirnya yang menyong saja tak bisa. 

Setelah diamati, ternyata ada satu anggota tubuh Bauby yang masih bisa berkoordinasi. Yaitu kelopak mata kiri bagian atas. Masih mampu merespon dengan kedipan. Dimulailah sesi terapi wicara. Terapis itu tanpa lelah berusaha menemukan metode agar Bauby bisa berkomunikasi dengan dunia luar. Dimulai dengan kode kedip satu kali untuk kata "Ya" dan dua kali yang berarti "Tidak."

Perjuangan panjang pun dimulai. Dengan sabar, terapis wanita itu menyebutkan satu persatu deret alpabet yang sering muncul atau digunakan dalam kosakata bahasa Perancis. Bauby akan berkedip satu kali tepat pada huruf yang dimaksud. Lalu diulang kembali, hingga huruf-huruf yang terkumpul membentuk sebuah kata atau kalimat. Begitu terus menerus. Melalui cara yang sama ia berinteraksi dengan perawat, dokter, anak-anak serta ibu dari anaknya.

Hingga akhirnya semua perasaan, pengalaman, imajinasi dan kisah hidupnya berhasil dituangkan dalam sebuah autobiograpi. Setelah melakukan ribuan, bahkan mungkin jutaan kedipan dari kelopak mata kirinya. Sulit dibayangkan!
Begitulah kira-kira penggalan cerita dari film tentang kisah Bauby di atas.  Kisah inspiratif itu difilmkan dengan judul yang sama dari bukunya, Le Schapandre et le Papillon atau The Diving Bell and The Butterfly tahun 2007. Meraih puluhan penghargaan dalam berbagai ajang film dunia seperti Golden Globe Award, Cannes Film Festival, dan masuk empat nominasi piala Oscar. Dipuji oleh sejumlah pengamat dan kritikus film sebagai karya yang sangat unik, menggugah  dan menginspirasi. Disebut unik karena film yang disutradarai oleh Julian Schnabel ini mengambil sudut pandang cerita dari Bauby sendiri, sehingga sebagian besar pengambilan gambar direkam dengan kamera subyektif. Yang memungkinkan penonton bisa ikut menyelami bagaimana rasanya menjadi manusia invalid seperti dirinya.

Banyak pesan moral yang bisa dipetik dalam film ini. Begitu besar anugrah yang Dia karuniakan dalam setiap inchi tubuh manusia. Sekali ia hilang, uang, kepopuleran dan nama besar ternyata tak mampu mengembalikannya dengan mudah. 

Selain itu di sini juga menekankan pentingnya makna keluarga bagi lelaki. Betapa istri yang diperlakukan tak adil akibat kelakuan miring suami yang menyimpan banyak wanita lain di luar, anak-anak yang diacuhkan tanpa kasih sayang, orang tua yang kadang dilupakan, justru merekalah yang pertama mendekap anda ketika benar-benar 'terjatuh'!

Buat anda pecinta film bermutu, tak ada salahnya mengoleksi film ini di rak DVD. Andai pun tak menangis seperti saya saat  menontonnya lima tahun lalu, minimal kisah Bauby yang sangat inspiratif ini--saya jamin--akan membuat mata anda berkaca-kaca!

Cikarang Pusat, 29 September 2014

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik