Ciri-ciri Orang Jenius



Suami saya tergolong pelor, nempel langsung molor. Baginya begitu mudah untuk jatuh tertidur. Saya perhatikan tak sampai satu menitan. Baru saja terlihat memejamkan mata, beberapa saat sesudah itu, dengkurnya langsung membahana, bergema seantero rumah. Weleh...

Berbanding terbalik dengan saya. Untuk terlelap saya membutuhkan waktu lebih lama, kadang sampai 30 menit, bahkan kalau sedang parah bisa berjam-jam. Kecuali jika sedang kurang tidur atau istirahat.
Kalau sudah begitu biasanya saya menyiasatinya dengan menyalakan laptop atau HP, menabung stok
tulisan untuk diposting di blog atau mengedit naskah yang sudah ada. Menulis sampai mata ini sepet dan menunggu untuk diserang rasa kantuk yang benar-benar membuat saya knocked out.


Tapi ada satu hal yang membuat saya bahagia--GR atau tak tahu diri lebih tepatnya--meski saya tahu statemen ini tidak ditujukan untuk saya. Dengan mengingatnya membuat saya lumayan terhibur dan tak terlalu tersiksa dengan keadaan sulit tertidur tadi.

Menurut penelitian, orang-orang jenius itu sering terkena insomnia. Sebab, saat hendak tidur mereka membutuhkan waktu lebih lama dibanding orang normal terkait proses tidur yaitu sulit untuk 'mematikan' otak mereka.

Selain itu, orang jenius juga mempunyai ciri-ciri khas, diantaranya humoris, rasa ingin tahu yang tinggi, bawel, cenderung suka berbagi cerita, mencintai musik dan yang pasti tidur larut, akibat susah 'mematikan' otaknya tadi.

Wah, ciri-ciri di atas semuanya ada di saya, cihhuuyy! Jadi saya termasuk manusia jenius dong? Tentu! Tentu saja tidak maksudnya! Hahaha...

Saat iseng menjawab soal-soal yang katanya untuk mengetahui IQ, saya hanya mendapatkan skor antara 110-114. Msih jauh dari nilai IQ manusia jenius yang berada di atas angka 130.

Nilai ujian akhir saya juga jeblok saat SMU, hingga membuat saya malu dan melarikan diri (baca:pindah) karena frustasi. Untuk menyelesaikan kuliah yang terbengkalai saja saya belum mampu, karena ya itu, otak saya langsung buntu kalau bertemu buku dan diktat kuliah yang tebalnya bisa buat ganjalan pintu.

Bagaimana dengan Anda? Saya yakin di antara pembaca pasti ada yang bernasib sama dengan saya! Susah tidur, padahal sama sekali tak jenius, hehehe...

Cikarang Pusat, 21 September 2014

Komentar

  1. Balasan
    1. yang bagian mananya mba izzah? yang bagian nilai ujian jeblok yak? hehehe

      Hapus
  2. Anda. Masih enaak mba, lha saya kebanyakan begadang ma mikir tugass kuliah, kena saraf otak 2hari skli minum obatnya, klo pas hari ga minum obat ga bisa tidur bawaannya mikir mulu kepo,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, ikut prihatin Mas, ampe kena saraf otak gitu gara2 tugas kul...:(
      kebut kuliahnya biar cpt beres n ga perlu begadang lagi...^_^

      Hapus
  3. ini adalah masalah yang sering saya alami dan terkadang saya membencinya karena sulit tidur karena ide2 terus bermunculan,sulit sekali untuk mendiamkan pikiran saya yang bawel,terlebih lagi saya setiap hari diwajibkan bangun pagi

    BalasHapus

Posting Komentar

Komen aja, jangan malu-malu! ^_^

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik