Bunuh Diri Kok Ngajak-ngajak!

Saya hampir dikelilingi lelaki yang tidak merokok. Bapak bukan perokok. Hanya 1 dari 4 saudara laki-laki saya yang merokok. Itu pun kini sudah insyaf, mulai belajar untuk berhenti mengisap barang yang tak mendatangkan manfaat itu.
Suami, alhamdulillah juga tidak merokok. Meski ada saat di mana bandelnya kumat, ia diam-diam
melakukan itu di luar pengetahuan saya. Tahu-tahu telah terpampang foto dengan asap mengepul dan sebatang rokok terselip di tangannya. Arrrggghhhh....!

Saya sering bertingkah seperti anjing pelacak setiap suami tiba dari acara kumpul-kumpul bersama temannya, takut nakalnya kumat. Kadang protes juga saya layangkan sebab setiap pulang rapat selalu tersisa aroma tembakau yang melekat di bajunya. Katanya serba salah, karena hampir semua bapak-bapak peserta rapat melakukan itu, merokok berjama'ah! Tanpa memperhatikan bahwa di sekeliling mereka ada satu dua orang yang tak rela menghirup racun yang mereka sebarkan.

Menurut saya, para perokok itu sama saja dengan pelaku bunuh diri. Mencicil harga kematian dengan waktu yang telah mereka tentukan sendiri, cepat atau lambat. Merusak tubuh perlahan tapi pasti dengan zat kimia berbahaya yang terkandung di dalamnya. Seperti tar yang terdiri dari 4000 zat kimia yang 60 diantaranya merupakan pemicu berbagai kanker. Cadmium yaitu logam radioaktif yang sangat berbahaya, Arsenik sebagai bahan pembuat racun tikus, Formaldehida sebagai cairan beracun yang biasa digunakan untuk mengawetkan mayat, Karbon monoksida yang biasa terdapat pada sisa pembakaran kendaraan bermotor, serta zat-zat yang lain yang secara umum tak membuat tubuh manusia lebih sehat.

Minimal jika ingin merusak diri sendiri ya, jangan melibatkan orang lain. Cukup habiskan racun dalam rokok itu sendirian. Sejatinya tak ada orang yang sudi diajak bunuh diri, meski hanya lewat sebatang rokok yang mereka nikmati!

Cikarang Pusat, 10 September 2014

 foto: Mbah Google



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik