Bayi yang Pandai Berenang

Dua minggu lalu, suami memperlihatkan video menarik di ponsel-nya. Rekaman yang membuat kami sama-sama terdiam dan terkesima untuk beberapa lama. Sepertinya itu adalah video kelas berenang untuk bayi yang mengikutsertakan orang tua mereka.
Foto: google image
Saya menahan napas saat melihat para bayi itu 'ditenggelamkan' dengan sengaja oleh orang dewasa
yang menggendongnya. Dalam bayangan saya, mungkin akan terjadi insiden bayi megap-megap atau gelagapan tak bisa bernapas akibat meminum banyak air lewat mulut atau hidungnya.

Tapi, sungguh ajaib! Si bayi yang perlahan dilepaskan dari gendongan langsung mengambang di permukaan. Justru malah berusaha berenang dengan mata terbuka. Begitu juga saat dibawa menyelam oleh orang tuanya, tak nampak ekspresi gelagapan di wajah mereka.

Takjub! Bagaimana seorang bayi bisa berenang sendiri, menahan napas dan mampu menyelam sedemikian rupa tanpa bantuan ayah atau ibunya?

Setelah browsing dan baca-baca, baru saya tahu ternyata bayi yang berusia 0-6 bulan memiliki refleks alami, yaitu secara otomatis menutup paru-parunya ketika mereka berada di bawah air. Sehingga memungkinkan mereka berenang dan menyelam. Aktivitas ini merupakan bawaan saat belum lahir, di mana bayi terbiasa 'berenang' sekaligus berlatih menahan napas dalam cairan amnion atau air ketuban dalam perut ibunya.

Bagi ibu-ibu yang punya bayi, ada baiknya mencoba hal ini. Karena bila sudah berusia di atas 6 bulan, perlahan refleks alami ini akan menghilang. Dan bayi harus mulai diajarkan dari awal teknik berenang dan menyelam.

Menurut beberapa penelitian, berenang bagi bayi juga berefek bagus untuk tumbuh kembangnya di kemudian hari. Melatih otot-otot motorik, melatih keseimbangan,  menambah nafsu makan dan kecerdasan, serta  perubahan pola tidur yang lebih sehat dan teratur.

Cikarang Pusat, 11 September 2014

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik