Apa yang Harus Dilakukan dengan Barang Pemberian Mantan?

Mungkin kita tak perlu pusing dengan barang pemberian mantan jika tinggal di Milan, Italia. Di sana ada pasar loak tempat menjual barang bekas pemberian bekas pacar. Namanya Ex n The City. Diambil dengan sedikit memplesetkan serial terkenal yang booming beberapa tahun lalu yang dibintangi oleh Sarah Jessica Parker.
Berhubung ini Indonesia, jadi tak ada toko yang mau menampung barang kenangan antara kita dan si dia. Karena nilai historisnya tak setinggi nilai ekonomisnya. Kecuali kalau kita tergolong orang penting dan terkenal. Itu lain cerita.  Atau mungkin barang pemberian mantan itu berupa rumah dan
segala isinya. Tapi adalah langka menemukan orang yang mau berbesar hati merelakan barang berharga mereka tertinggal di rumah mantan. Apatah lagi mantan kekasih, mantan suami istri saja, sering cekcok di pengadilan karena pembagian harta gono-gini.
 
Sebaiknya apa yang harus dilakukan dengan barang pemberian mantan? Dibuang? Ah, sayang sekali, apalagi jika barang itu masih punya nilai fungsional. Disimpan? Bagaimana pun hal itu sedikit banyak akan menyakiti pasangan kita kelak. 

Saya sendiri, masih menyimpan pemberian mantan dengan apik hingga sekarang. Ada mukena, baju, cincin dan foto. Bahkan mukena mantan masih saya simpan hingga 16 tahun lamanya. Wow... 

Kalau baju pemberian mantan sempat akan dibuang. Karena modelnya masih mengikuti jaman 'jahiliyah', sementara saya sekarang sudah berhijab. Jadi sudah tak pantas untuk dipakai. Tapi tetap saya simpan sebagai kenang-kenangan. 

Ada juga cincin seberat satu gram. Sebenarnya ingin dijual karena sekarang sudah tak bisa dipakai. Jemari saya tak semungil saat gadis dulu. Tapi berhubung suratnya hilang entah ke mana, niat itu saya urungkan. Hingga kini masih tersimpan manis di lemari. Kadang masih saya belai sambil mengingat-ingat kronologi indah saat si mantan memberi hadiah itu bertahun-tahun lalu. 

Untuk foto, saya bahkan menyediakan satu kotak khusus yang menyimpan foto kenangan dengan mantan. Beralbum-album malah. Dari mulai foto PDKT, waktu jalan ramai-ramai ke Ancol pertama kali, Taman Bunga Cipanas Puncak, hingga ke Borobudur, Yogyakarta. 

Ah, mengingat itu semua membuat saya susah sekali melupakan mantan kekasih yang satu ini. Cinta itu masih terjaga meski sekarang saya sudah menikah. Tak sekalipun terlintas di pikiran, saya bakal membuang semua barang yang telah ia berikan. 

Bagaimana dengan suami? Tidakkah melihat tingkah laku saya ini ia tersakiti? Subhanallah! Dia memang laki-laki yang tak menomor-satukan cemburu. Apalagi cemburu pada masa lalu. Baginya masa lalu sudah berlalu. Yang penting bagaimana saya sekarang dan akan datang. 

Eiits, jangan dipuji dulu. Kenapa suami saya bisa legowo begitu? Sebab, mantan pacar dan segala barang pemberiannya yang saya ceritakan di atas tadi, ya itu adalah suami saya sendiri! 

Cikarang Pusat, 01 September 2014

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik