Yay, Akhirnya Saya Bisa Membuat Kue Lapis!



Sebenarnya judul di atas terlalu berlebihan. Iya, karena secara teknis bukan saya yang membuatnya. Tapi adik bungsu saya, yang bersusah payah membuatkan kue lapis legit untuk dibawa sebagai oleh-oleh ke Cikarang.
Sebelumnya saya ingatkan. Tolong bagi teman-teman yang mungkin menganggap membuat kue lapis
legit itu gampang, saat membaca judul di atas, saya mohon, jangan ditertawakan! Please, saya tak kuat menahan malu, karena sampai setua ini, tak satupun kue lapis khas Sambas, Kalimantan Barat--daerah kelahiran saya-- lahir dari kedua tangan ini, hiks...#lebay
Kenapa saya bisa mengklaim demikian? Tak lain dan tak bukan karena baru kali ini saya merasakan bagaimana membakar kue lapis sesungguhnya. Mengoles antar lapis dengan mentega, menakar adonan di tiap sendoknya, menuangnya ke cetakan, menunggu lapisan matang sambil menusuk-nusuknya dengan lidi, menekan lapisan teratas tiap kali matang dan siap ditumpahi adonan baru.

Wow...that’s  a great experience! Saking takutnya dicap gagal akibat hasil panggangan menghitam—yang artinya sangat mengurangi nilai tampilan kue lapis itu sendiri sekaligus beban moril bagi pembuatnya--saya sampai tak berani beranjak menjauh sedikitpun dari oven pemanggang!

Sekedar info, sejak lulus SMU saya langsung pindah ke Cikarang. Jadi tak sempat belajar bagaimana membuat kue lapis yang biasanya hanya dibuat khusus untuk hidangan tamu saat lebaran. Kue yang dinamakan berdasarkan bahan dasar pembuatnya. Misalnya Lapis Coklat, Lapis Moka, Lapis Susu, Lapis Mentega, Lapis Nanas dsb.

Selain itu, saya juga tak terlalu hobi di bidang yang satu ini, cake or bakery. Mengayak tepung, mengocok telur, menakar gula, dan mengoles mentega bukanlah pekerjaan menarik bagi saya. Belum lagi dengan hasil akhir yang kadang bagi pemula, lebih banyak gagal daripada suksesnya. Jadi saya pilih jalur aman saja. Kalau ingin makan kue, pesen saja atau beli! Selesai.

Jadi, kalau anda bertandang ke rumah dan menemukan Bolu Kukus, Lapis Legit, Black Forest atau Rainbow Cake di meja tamu, jangan percaya kalau ada yang mengatakan itu kue buatan saya!

Milanur, 19 Agustus ‘14

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik