Tongsis...Oh, Tongsis!



Beberapa bulan lalu, iseng suami bertanya pada saya sambil menunjukkan gambar sesuatu di layar ponsel-nya.

“Bunda mau beli tongsis gak?”

“Tongsis? Ih...udah kayak selebritis aja pake tongsis!” Saya pura-pura menampik.

“Ya, emang kenapa? Emang seleb doang yang boleh narsis?”

“Gak sih, cuman kayaknya gimanaaaa gitu kalo kita orang biasa pake aksesoris seheboh itu!” saya
masih berkilah. Meski dalam hati sebenarnya mulai tertarik untuk tahu lebih jauh tentang tongsis alias tongkat narsis ini.

“Beneran nih gak mau beli? Murah loh, soalnya temen ayah yang jual!”

“Oh ya? Emang berapa harganya?”

“Cuma 120 ribu kok!”

“Murah ya? Kirain sampe jutaan gitu harganya, secara kalo liat di TV baru  artis doang yang make!”

“Gimana nih, mau beli gak?”

“Mmm, terserah Ayah deh,” saya pun menjawab pasrah.

Dan lebaran kemarin kami resmi mengabadikan foto bersama keluarga besar saat berlebaran di Sambas dengan bantuin alat ini, dengan harga yang jauh lebih murah dibanding harga pertama.

Selain sangat membantu pengambilan foto baik jarak dekat ataupun jauh secara mandiri alias tak repot menyuruh-nyuruh orang lain membidikkan kamera untuk kita, tongsis ini ternyata berkontribusi nyata terhadap berkembang biaknya virus narsis (halaaah). 

Atau dengan kata lain sebagai faktor pendukung penyebab penyakit selfie mewabah. Kenapa? Sebab setiap kali mendengar detak hitung mundur dari timer kamera yang menyala, pasti menarik orang-orang di sekitar kita otomatis mendekat untuk ber-selfie ria berjama'ah.

Tongsis..oh..tongsis...:D

Milanur, 25 Agustus 2014

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik