Rejeki Tak Lari ke Mana!


Dulu niat saya berjualan produk plastik dengan merk terkenal itu hanya ingin dapat diskon. Tak lebih. Sedikit tersadar dengan gaung dampak pemanasan global sehingga saya ingin berkontribusi mengurangi limbah plastik di rumah dengan menggunakan wadah plastik yang bisa dipakai ulang dan tak menyisakan bahan kimia berbahaya pada makanan.
Jujur waktu itu saya pesimis. Mengingat di sekitar rumah ada lebih dari lima orang yang menjual
produk yang sama. Bagaimana bisa menjual barang jika aroma kompetensi begitu kental saya rasakan? 

Seiring waktu, ternyata apa yang saya khawatirkan tak terjadi. Setiap hari ada saja konsumen yang 'nyasar' ke rumah mencari barang yang sedang mereka butuhkan, tanpa perlu saya berpromosi ke sana kemari karena tak enak hati dengan para kompetitor tadi. 

Saya lupa bahwa rejeki sudah diatur sedemikian rapi oleh-Nya. Datang dari arah yang tak disangka-sangka. Meski produk yang ditawarkan sama, diskonnya sama pula, tapi jika sudah Allah tetapkan sebagai rejeki kita, Insya Allah tak kan lari ke mana.

Ayo, semangat jualan, Bunda!

Cikarang Pusat, 20 Agustus 2014

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik