Perjuangan Tanpa Letih ke Kawah Putih


Kawah Putih. Selama ini hanya bisa saya lihat wujudnya di layar kaca. Sebagai tempat syuting film atau video klip lagu. Tempat indah yang satu ini telah lama menjadi agenda wisata keluarga, tapi karena waktu dan
lain hal, kami belum berkesempatan mengunjunginya.

Pada Sabtu ,9 Agustus kemarin, saya akhirnya benar-benar bisa menjejakkan kaki di destinasi wisata yang berlokasi di daerah Ciwidey, Bandung ini. Meski harus diburu waktu, karena ini di luar agenda kami sebenarnya. Saya terdaftar sebagai peserta Writing Camp Komunitas Bisa Menulis yang diadakan dua hari di Pengalengan. Lelah tak dihiraukan meski malamnya kami hanya tidur satu jam. Demi mencuri waktu ke Kawah Putih, kami rela berangkat Jumat malam ke Bandung.

Perjalanan memakan waktu kurang lebih satu jam menggunakan motor dari daerah Kopo, Katapang. Sesampai di lokasi, ternyata kami harus naik angkutan khusus yang akan membawa kami menuju kawah yang dimaksud. Sebelumnya wajib membeli tiket masuk seharga 95rb untuk 3 orang.

Deg-degan. Entah karena track-nya memang berliku penuh tanjakan atau karena sopirnya bercita-cita jadi pembalap tak kesampaian, angkutan yang membawa kami melesat seperti kesetanan. Membuat saya tak berhenti istighfar berulang kali. Ngeri. Di kiri kami jurang dalam menanti. Bahkan Nayla berulang kali harus mendekap erat lengan ayahnya ketika mobil sering termiring-miring setiap kali menghajar tikungan tajam.

Kurang lebih 15 menit tersiksa, akhirnya sampailah di lokasi yang dituju. Nampak di depan kami para pedagang berebut menawarkan masker. Ada juga penyedia jasa foto instant. Ah, tak ada waktu lagi. Kami harus segera ke pusat kawah.

Untuk menuju kawah, kami harus menuruni beberapa anak tangga dan tadaaaaa! Akhirnya kawah yang tersohor kecantikannya itu terbentang di depan mata. Airnya yang putih kehijauan seolah memiliki magnet tersendiri bagi pengunjung seperti kami.  Belum lagi bukit hijau nan rimbun yang melingkarinya. Membuat mata terpesona laksana menyaksikan surga dunia.


Tak perlu lama, kami pun beraksi. Selfie ke sana kemari. Bergaya monyong, cool dan seksi. Ah, Kawah Putih, kau benar-benar membuat kami jatuh hati. Semoga lain kali bisa kembali!

Cikarang Pusat, 30 Agustus 2014

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik