Perilaku Nyeleneh Si Kucing Aneh



Dulu sebelum kami memutuskan mengadopsi Mikki, kucing liar yang membuat saya langsung jatuh hati saat melihatnya pertama kali, ada seekor kucing jantan yang sempat PDKT dengan putri saya, Nayla. Bahkan sempat diberi nama mirip kucingnya Upin dan Ipin yaitu Apin. 
Mikki
Tapi entah kenapa, saya kurang suka dengan penampilan si Apin ini. Selain wajahnya kurang tampan untuk ukuran seekor kucing jantan (haddeeuh), bulunya juga kurang menarik. Putih pucat campur
kuning buram. Pokoknya terkesan jorok dan tak sedap dipandang. Itulah sebabnya saya langsung menggelengkan kepala saat Nayla meminta izin untuk merawat dan memeliharanya.

Sebagai ganti, saya mengizinkannya mengadopsi kucing jantan lain yang tiba-tiba hadir begitu saja ke rumah, yang selanjutnya kami beri nama Mikki. Kucing berbulu pirang cenderung orange, secara resmi menjadi penghuni tetap rumah kami. Apalagi setelah tahu bahwa ia sering ronda malam menunggui tikus-tikus yang nekat turun dari plafond dapur. Membuat kehadirannya menjadi begitu berarti bagi kami sekeluarga!(duh, co cweet-nya! :p)

Ternyata perlakuan kami ini menimbulkan dendam kesumat di hati si Apin. Mungkin ia merasa kesal, sebab ia yang lebih dahulu mengenal Nayla dan berharap menjadi tuannya, malah kucing lain yang diijinkan tinggal dan diadopsi oleh kami, yaitu Mikki.
 
Bagaimana saya tahu ia dendam? Sebab setiap ke rumah ia selalu mengajak Mikki berkelahi. Mikki yang usianya lebih muda tentu saja lari bersembunyi karena takut. Akibatnya saya makin tak simpati dengan Apin ini.

Ternyata ulahnya tak cukup di situ. Sudah tiga kali saya memergoki Apin masuk ke rumah hanya untuk melakukan satu hal, buang air kecil! Sembarangan pula! Pertama ia tertangkap basah eh kencing di lemari dapur tempat Mikki bertugas sebagai sekuriti. Kedua, ia mengencingi lantai dekat keset bantal yang biasa jadi tempat tidur Mikki. Yang terakhir ia masuk untuk kemudian mengencingi tempat tidur Nayla! Aarrggghh..benar-benar kucing yang tak tahu etika dan tata krama!

Mungkin ia berbuat begitu untuk memberi warning pada Mikki, bahwa dialah kucing yang harusnya tinggal bersama kami. Atau bisa jadi itu sebagai aksi halus untuk mengusir Mikki agar minggat dari rumah dengan cara menandai tempat-tempat yang dianggap sebagai wilayah kekuasaannya.

Hm, saya baru tahu. Ternyata kucing pun punya rasa dendam dan cemburu!

Cikarang Pusat, 27 Agustus 2014

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik