Susahnya Nagih Orang Kaya!

Terdengar pintu diketuk. Saat dibuka, telah berdiri seorang lelaki gagah dan parlente. Melihat wajahnya, saya langsung ngeh dengan maksud kedatangannya ke rumah kami.
Tanpa banyak bicara dan basa-basi, lelaki tadi to the point mengeluarkan segepok uang dari balik
kemeja mahalnya. Menghitung lembar demi lembar, lalu menyodorkan puluhan kertas biru itu ke depan hidung saya. Pandangan wajahnya seolah berkata, 'Nih, aku bayar hutangku! Dikira gak bisa bayar apa? Uang segitu aja pake ditagih-tagih!'

Sambil mengucapkan terima kasih, ia berlalu dengan wajah puas. Membuat saya berpikir keras, apa maksud dari gesture yang ia perlihatkan tadi.

Ah, begini dilemanya menagih orang kaya. Jika utangnya dibiarkan, alamat deposit pulsa kami kembang kempis karena kredit macet. Tahu sendiri kalau orang kaya berhutang, tentunya tak pernah sedikit. Untuk reload satu nomor saja minimal 50 ribu. Itu juga bukan untuk nomornya pribadi. Belum untuk nomor koleganya, istrinya, anaknya, jongosnya dll.

Tak mengapa jika pembayarannya lancar. Yang jadi masalah saat pengambilan pulsa itu mengendap dan berlangsung terus hingga berbulan-bulan. Membuat kami yang berjualan pulsa dengan modal seadanya jadi kelabakan. Tak ditagih pusing sendiri. Kalau ditagih, jadi tak enak hati!

Ah, orang kaya kok ngutang ya?

Milanur, Mei 2013






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik