Sehari Tanpa Blackberry, Berani?


Saya sedikit pun tak pernah membayangkan akhirnya akan memiliki smartphone yang satu ini. Entah karena kasihan melihat HP Tionghoa yang saya punya sudah mulai tak layak pakai atau memang sedang ada rejeki, suami ikut-ikutan latah membelikan saya gadget keluaran Kanada tersebut pada Desember 2012. Telat sewindu sejak diperkenalkan di Indonesia pertengahan Desember 2004 oleh operator Indosat dan perusahaan Starhub, yang merupakan rekan utama Blackberry.

Sejak saat itu Si Berry Hitam itu pun resmi jadi teman setia kemana pun saya pergi. Banyak aplikasi yang membuat saya merasa terjembatani dengan dunia luar. Apalagi untuk aktivitas menulis, saya benar-benar sangat terbantu dengan adanya aplikasi memopad yang tak terbatas karakter.

Nah, ini masalahnya. Setiap kali ada ide melintas di kepala terkait tulisan yang akan dibuat, biasanya saya save di HP pintar ini. Lebih fleksibel dibanding laptop atau PC. Saya bisa bebas mengetik sambil menunggu cucian di mesin pengering, ngulek sambal di dapur, bahkan sambil menemani putri saya belajar. Meski yang terakhir sering mengundang protes dari si kecil.

Ritme menulis seperti ini perlahan membuat saya buntu jika berhadapan dengan monitor laptop. Blank. Layar lebarnya membuat pikiran tak fokus. Apalagi ditambah dengan banyaknya jendela yang menggoda saya untuk menulis sambil ber-Facebook ria. Ditambah dengan aktivitas nge-blog dan hunting berita sana-sini. Lengkaplah sudah.

Jadi lagi-lagi produktivitas menulis lebih tinggi jika menggunakan Blackberry. Membuat saya mati kutu jika sehari tak menyentuh gadget tersebut. Karena ide itu bagi saya bagaikan harta karun yang harus segera diselamatkan. Sebelum tertimbun gunungan informasi yang berebut menyandera kepala.

Hingga saat ini, hampir 80% tulisan saya lahir lewat benda ini. Merepotkan karena saya harus mengirim ulang tulisan tersebut ke e-mail atau note Facebook, untuk kemudian diedit di Ms. Word. Baru dikirim atau di-copas ke blog atau posting di wall grup menulis yang saya ikuti.

Jadi, untuk urusan menulis sepertinya saya belum berani berpisah sehari dengan Blackberry! Untuk urusan lain, siapa takut!

Cikarang Pusat, 02 Juni 2014

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik