Pria Hobi Konten Porno Tanda Tak Setia?

Anda tentu masih ingat dengan gambar di samping, bukan? Foto anggota parlemen kota Hongkong yang tertangkap basah sedang menikmati etalase wanita berbaju minim lewat gadget miliknya ketika rapat sedang berlangsung. Di Indonesia kasus serupa pernah terjadi pada anggota dewan kita yang terhormat, dan celakanya justru dilakukan oleh wakil dari partai yang identik dengan Islam dan kadernya yang islami.

Benarkah pria yang hobi konten porno bukanlah pria yang setia? Beberapa teman pria menyangkal saat diajukan pertanyaan di atas. Mereka berkilah tak ada hubungannya antara hobi konten porno dan kesetiaan pada pasangan. Buktinya banyak para pelaku selingkuh berasal dari kalangan pria dengan track record yang ‘bersih’ alias diam-diam menghanyutkan. Dan banyak juga contoh nyata dari pria yang nampak ‘slenge’an’ tapi justru sangat setia dan cinta mati dengan istrinya.
Terserah apa pandangan para pria di luar sana. Tapi menurut saya pribadi, tetap ada keterkaitan. Beberapa teman saya atau teman suami sering berbagi gambar-gambar tak senonoh di grup sosial media. Jika pelakunya masih single, mungkin saya masih bisa memaklumi, meski bukan berarti setuju. Tapi yang terjadi justru yang sering berbagi gambar dan video cabul ini adalah pria yang sudah menikah bahkan ada juga yang berstatus bapak beranak dua!

Sebenarnya apa tujuan lelaki ini membagi foto atau video vulgar itu di grup? Sekedar lucu-lucuankah? Menurut saya itu sama sekali tak lucu. Dia memiliki anggota keluarga yang bergender perempuan juga kan? Ibu, kakak, adik, istri bahkan anak sendiri.

Dan kesetiaan pada istrinya juga patut dipertanyakan. Bagaimana dia begitu menikmati tubuh wanita lain, meski lewat tampilan visual dunia maya, sementara apa yang ia lihat sama persis dengan yang dimiliki istrinya? Tidakkah itu berkhianat namanya? Dan yang pasti, tercatat sebagai dosa zina mata.

Pemandangan indah sayang dilewatkan, begitu mereka membela diri. Ah, lelaki! Tidakkah kalian tahu jika istri di rumah juga punya pemandangan indah yang justru halal untuk  dinikmati? Konon, sebenarnya tak ada wanita yang terlahir jelek, kecuali mereka yang tak tahu bagaimana nampak cantik. Dan sudah kewajiban suami membuat ratu mereka menjadi yang tercantik. Bukan dengan melarikan diri menikmati pesona keindahan tubuh wanita lain di dunia maya.

Cikarang Pusat, 12 Januari 2014

foto: google image










Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik