Postcard from New York



Saya benar-benar tak menyangka bakal menjadi satu dari 10 pemenang kuis menulis yang diadakan oleh Pak Isa Alamsyah, via Komunitas Bisa Menulis (KBM). Padahal jujur saya ikut sekedar iseng saja menumpahkan uneg-uneg plus mengasah kreativitas menulis. Apalagi pesimis sempat mampir di hati melihat begitu banyaknya anggota teman se-komunitas yang mengikuti lomba ini. Jumlahnya ratusan bahkan ribuan yang berkompetisi.
Tapi namanya rejeki memang sudah diatur oleh-Nya. Hadiah kartu pos dari New York, bertulisan
tangan Mbak Asma Nadia yang ia kirim saat sedang mengikuti International Writers Program di Amerika, akhirnya sampai juga di tangan saya, persis sehari setelah pertemuan perdana dengan beliau di Pondok Melati, Bekasi.

Wow, senangnya tak terkira melihat pesan dan nama saya yang beliau tuliskan sendiri di balik postcard bergambar Brooklyn Bridge yang penuh lampu berkelip di kota yang bertitel City that never sleep, New York. Selain itu, saya juga berhak atas hadiah satu buku, yang kebetulan belum saya miliki, buku terbitan Mbak Asma sendiri, The Jilbab Traveler. Bahagia saya pun berlipat ganda
.
Mungkin bagi orang lain, hadiah sehelai kartu pos tak ada gunanya ataupun tak banyak berarti. Tapi bagi saya pribadi, postcard itu seperti jalan yang selama ini tertutup semak belukar di pandangan mata, sehingga membuat motivasi menulis saya yang redup tanpa ujung pangkal yang jelas, kembali menyala.

Terima kasih Mbak Asma, terima kasih Pak Isa, terima kasih atas kartu pos yang telah membakar semangat menulis saya hingga berkobar-kobar!

Milanur Almair, Februari 2014



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik