Bunda, Istri Rasulullah Banyak Ya?



Beberapa hari yang lalu, saat makan siang, Nayla, putri delapan tahun kami bertanya. Kali ini pertanyaan agak berat, menurut saya.

"Bunda, istri Rasulullah banyak ya?" Aiihh, kenapa nanyanya begini yak? Kesan pertanyaannya gimanaaaa gitu!

"Iya, kenapa emangnya?"
 
"Bunda tau gak nama istri Rasulullah siapa aja?"

"Khatijah."

"Siapa lagi?" 

"Ada Aisyah."

"Trus?" kejarnya. 

"Hafsah," paling inget soalnya dulu pernah punya tetangga bernama sama.

"Safiyah," dia tak sabar ikut menambahkan,"trus siapa lagi Bunda?"

"Mm, ada yang namanya Mariah juga Teh, ini Bunda paling ingat soalnya Mariah ini awalnya Yahudi!" Yess, masih ingat ternyata.

"Trus?" Mikir! Siapa lagi yak?

"Apa Rodiah ya?" 

"Itu kan bininya Haji Sulam, Bunda!" Gubraakkk!!!

"Aduh, Bunda lupa, Teh! Gak hapal, udah lama banget gak baca buku kisah hidup Rasulullah."

Mudah-mudahan jawaban saya tak terdengar ngeles. Untuk memberi penjelasan tentang pertanyaannya yang agak 'gimana' itu tadi, saya pun mencoba memberi pengertian sederhana, alasan Rasulullah banyak istri. Bahwa Rasulullah berpoligami adalah demi mengemban dakwah dan atas perintah Allah. Nay nampak manggut-manggut. Mudah-mudahan ia mengerti.
"Besok beliin bukunya ya, Bunda?

"Insya Allah, Sayang! Tar minta ke Ayah ya?" 

Dia mengangguk senang. Hm, kalau sudah agenda beli buku aja putri saya memang selalu antusias. Sepertinya saya harus baca-baca kembali untuk mengingat kembali  sejarah  kehidupan Rasulullah agar tak kelabakan dan salah jawab seperti kejadian di atas.

Milanur, Mei 2014

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik