Asyiknya Punya Suami yang (Tak) Suka Menulis


Melihat Mbak Asma Nadia dan Pak Isa Alamsyah membuat saya iri saja. Enaknya jadi penulis yang bersuamikan seseorang yang berprofesi sama. Paling tidak ia mengerti dengan dunia yang kita geluti. Dan paling keren saat suami bisa menjadi editor bagi tulisan kita. Waduh, pasti seru sekali tiap hari diisi dengan diskusi tentang dunia kepenulisan.

Hm, menengok suami sendiri, boro-boro mau
jadi editor, baca karya saya aja ogah! Bahkan saat tulisan istrinya nampang di majalah, sikapnya biasa-biasa aja tuh! Duh, suamiku memang ter..la..lu..!

Tapi ada hal lain yang membuat saya bangga meski tak bersuamikan seseorang yang suka dunia literasi. Setiap bulan, ia tak keberatan sebagian uangnya dibelikan buku. Meski tak banyak, tapi saya bersyukur. Ia tak pernah protes, bila buku yang kami--istri dan anaknya--beli tumpukannya mulai meninggi dan berdesakan menghuni rak kecil di ruang tamu.

Dan yang paling membahagiakan adalah suami selalu mengijinkan jika ada aktivitas kepenulisan yang  membuat saya harus bepergian ke mana-mana. Padahal seharian saya harus meninggalkan anak kami bersamanya, bersedia mengantar dan menjemput. Belum lagi ongkos perjalanan dan biaya buat beli buku terbaru.

Dan hebatnya ia tak pernah mengeluh dengan semua itu! Saat istrinya membeli terlalu banyak aksesoris atau kosmetik yang aneh-aneh, ia bisa protes. Tapi entah kenapa untuk hal semacam pelatihan menulis, ia begitu mengerti. Padahal, hobi saya ini bahkan belum menghasilkan materi.

Setelah dipikir-pikir ada gunanya juga punya suami yang tak hobi menulis. Paling tidak laptop  ini bisa saya  kuasai sendirian. Budget buat beli buku juga cukup buat saya dan putri kami, Nayla yang mewarisi hobi baca ibunya. Dan yang pasti kami tak harus berebut memutuskan siapa yang paling berhak mengikuti workshop!

Hm, untung saja suami saya tak suka menulis!

Cikarang Pusat, Mei 2014

Komentar

Posting Komentar

Komen aja, jangan malu-malu! ^_^

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik