ART Tak Betah, Siapa yang Salah?



Seorang teman, sebut saja namanya Dian, mengeluh tentang susahnya menemukan babysitter yang mau menjaga anaknya saat ia bekerja. Dalam beberapa bulan sudah empat kali berganti Asisten Rumah Tangga (ART) yang merangkap sebagai babysitter. Entah apanya yang salah, tiap ART yang ia dapatkan masa kerjanya tak berumur panjang.

Yang pertama janda muda tanpa anak. Baru dua bulan bekerja, ia minta berhenti dengan alasan tak jelas. Mungkin gaji yang didapat terlalu kecil bagi dirinya yang mantan TKW di Arab Saudi.

Yang kedua, gadis muda putus sekolah. Rajin dan ngemong. Sayangnya saat majikan tak ada, ia sering kedapatan membawa pacarnya ke rumah. Membuat teman saya naik pitam saat mendapat laporan  tetangga kiri-kanan.

Yang ketiga, gadis asal Indramayu. Baru beberapa minggu, ia memilih banting setir melamar kerja sebagai buruh di pabrik sepatu.

Yang keempat, wanita setengah baya. Keibuan, tapi suaminya ternyata preman dan sering menjarah barang yang ada di rumah majikan.

Padahal teman saya itu baru punya anak satu. Waktu itu masih usia TK, jadi tidak terlalu merepotkan dibanding menjaga batita. Ia juga menyediakan kamar khusus bagi ART yang ingin tinggal di rumahnya. Saya kurang tahu berapa gaji yang mereka bayarkan tapi mengingat keduanya sama-sama bekerja rasanya tak mungkin mereka mengupah di bawah standar. Atau bisa jadi masalah upah yang membuat para ART tadi merasa tak betah? Entahlah!

Penyebab ART tak betah bisa dikaji ulang juga dari perlakuan yang diterimanya dari majikan. Hasil sharing dari teman ART yang saya dapatkan bahwa ada peraturan tak menyenangkan yang membuat mereka tak nyaman dalam bekerja. Misalnya dilarang tidur siang, tidak boleh makan sebelum tuan rumah makan, tidak ada libur atau cuti, jarang diajak rekreasi dsb.

Jadi menurut saya, majikan dan ART ada baiknya melakukan komunikasi intensif mengenai tata kerja dan aturan yang bisa disepakati bersama, tanpa ada pemaksaan kehendak.

Well, kalau ada ART tak betah, majikan tak ada salahnya muhasabah!

Cikarang Pusat, 03 Juni 2014

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik