True Story about Poligami?

Menulis kisah sejati tentang poligami! Hm, itu salah satu PR yang diberikan oleh Mbak Asma Nadia kepada alumni workshop fiksi di Jakarta Design center, bulan Maret kemarin. Berat! Ya, berat karena saya atau keluarga terdekat tak punya riwayat dipoligami. Adopsi cerita teman atau tetangga? Ini masalahnya! Saya termasuk tetangga yang tak mau tahu urusan 'dalam negeri ' orang lain!
Foto: Mbah Google
Ternyata ada ruginya juga ya menutup mata tentang masalah orang begini. Saya jadi kurang peka,
mata hati tak terasah. Kalau pun ada tetangga yang mengalami hidup dipoligami, pada umumnya mereka jarang mau berbagi. Malah cenderung ditutup-tutupi. Setelah terdengar gaduh, disusul sedu sedan wanita menangis, lalu beberapa hari kemudian pamit pulang kampung dan rumah segera akan dijual, barulah saya tahu, ohhh, wanita itu memilih menjanda ketimbang hidup tak menentu karena dimadu. Itu juga berkat tambahan informasi tetangga lain yang kebetulan mencuri dengar pertengkaran mereka. Hadeeuhh...!

Apa saya buat status seperti Mbak Asma ya? Kemarin sudah saya coba di salah satu grup BBM. Dan hasilnya? Mereka malah ramai-ramai berdiskusi membahas poligami itu sendiri. Alamak! Hellooow, i need your true story, guys! Atau saya buka 'lowongan' di Facebook saja? But who am i? Kalau Asma Nadia begitu mudahnya 'menjaring' komentar yang berisi sharing dari pembacanya, bisakah saya seperti itu? Seorang penulis belum punya nama, yang baru 'berhasil' mengabadikan namanya di sebuah majalah wanita bertahun-tahun lampau dan kemarin menyematkan nama pena di antologi puisi penerbit indie dengan nomor urut 54 dari 60 kontributor! Halah.. 

Saya tak patah semangat. Via chat BBM, teman satu-satu saya 'todong'! Dapat! Beberapa menjanjikan berbagi kisah dengan saya. Alhamdulillah, saya bakal mendapat dan mengolah dua kisah poligami. Setelah sebelumnya saya tekankan bahwa ini bukan untuk mengumbar aib, tapi memberikan pembaca pandangan lain tentang poligami itu sendiri. 

Apakah poligami sedemikian buruknya sehingga selamanya menjadi momok menakutkan bagi wanita? Siapa tahu di luar sana tersimpan kisah poligami yang indah dan menyenangkan! Who knows?? Atau bisa jadi setelah membaca cerita betapa berat dan sedihnya derita istri yang dipoligami, membuka pikiran para pria di luar sana untuk mempertimbangkan matang-matang jika ada keinginan untuk memiliki istri lebih dari satu. Meskipun itu adalah salah satu sunnah Nabi. Ingat! Salah satu! Karena masih banyak sunnah Nabi yang lain, yang lebih mudah dan murah untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Tiba-tiba seperti mendapat wangsit, saya teringat sebuah rahasia yang dikatakan oleh suami beberapa waktu lalu. Loh, iya ya? Rahasia besar itu kan tentang poligami? Lalu saya bertanya padanya.

"Yah, cerita tentang 'tiiiiiiiiiit '(sensor) kemarin boleh dikirim gak?" 

 "Boleh aja, gak bakal baca ini!" 

Ya iyalah, orangnya tinggal jauh di kampung sana. Bukan jenis yang gemar membaca dan saya tak yakin apakah dia kenal dengan Asma Nadia! #eh :p

Asyik, suami sudah merestui. Hm, finally i get three stories about poligami! Teman pembaca, ada yang ingin menyumbang cerita poligami? 

Cikarang Pusat, 14 April 2014

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik