Sales oh Sales



Saat hendak mandi sore tadi, tiba-tiba terdengar salam dari luar pagar. Bergegas saya membuka pintu. Kebetulan pagar tak terkunci, si pemberi salam langsung ambil posisi berdiri dekat rak sepatu. Sementara saya menjawab salamnya dengan tetap berada di mulut pintu. Hm, laki-laki muda, kurus dan hitam. Manis? Dikit!


"Permisi Mbak, bisa nanya-nanya sebentar gak?" Duh, nanya kok ke saya? Kenapa gak ke
Mbah Google aja? Tertunda deh acara mandi! Tapi tak apalah, tampangnya membuat hati ini jadi ingin mengasihani! Aiihh...

"Boleh, mau nanya apa, Mas?"

"Ini kami sedang mengadakan survey. Boleh tahu Mbak pakai sabun pencuci piring apa?"

"Saya pakai Sun(tiiiiit..sensor), Mas!"

"Boleh saya lihat buktinya?" Aih, pakai minta bukti segala. Yang kampanye aja cuma ngasi janji, ga pake bukti! #eh

"Bentar ya, Mas!" Saya pun menutup pintu kembali dan bergegas mengambil botol hijau pencuci piring di dapur. Menyerahkan dan disambut dengan senyum oleh pemuda tadi.

"Sejak kapan Mbak pakai Sun(tiiiiit) ini?"

"Udah lama Mas, dari dulu emang pakenya merk itu."

"Ini dipakai buat nyuci piring oleh Mbak sendiri atau sama pembantu ya?"

"Pake sendiri Mas!"

"Oh, pembantunya lagi pulang kampung ya, Mbak?"

"Ya enggak, emang saya gak punya pembantu!"

"Oh, begitu. Maaf, Mbak dari mana asalnya ya?"

"Saya dari Kalimantan Mas."

"Kalimantan? Jauh juga ya dari luar Jawa! Sama kaya saya dong, saya juga dari luar pulau Jawa. Saya dari Lombok Mbak. Itu yang sebelahan ama Bali!" Trus siapa? Yang nanya?

"Oh, begitu ya?" Nyengir!

"Kok bisa tinggal di sini Mbak?"

"Saya ikut suami, kebetulan suami orang Karawang!" Biar dia gak ngelantur mikir macam-macam, seret nama suami ah!

"Oh, begitu pantesan! Oh ya Mbak, selama ini sudah pernah didatangi oleh tim Sun(tiiiiiit) Mbak?"

"Belum pernah Mas!"

"Belum pernah? Sekali pun?"

"Belum tuh!"

"Berarti Mbak hari ini beruntung karena berkesempatan didatangi tim dari produsen Sun(tiiiiit) ini untuk mendapat kenang-kenangan berupa Magic Pressure Cooker!" Ucapannya sangat meyakinkan.

"Terus?" Pasang muka gak tertarik. Modus, ujung-ujungnya gak enak pasti nih!

"Tapi ada syaratnya, sebelum barangnya kami kirim ke sini, kami hanya minta Mbak menjawab satu saja pertanyaan. Jika jawaban Mbak benar, barang akan langsung diantar ke sini, sekarang juga! Udah siap, Mbak?" Tuhh, kan bener? Ujungnya gak enak!

"Emangnya apa pertanyaannya?"

"Gini pertanyaannya, menurut Mbak pabrik terbesar yang memproduksi Sun(tiiiit) ini ada di mana? Jakarta apa Bekasi?"

Pura-pura mikir biar keliatan pintar! Mm, apa ya? Bodo ah! Pake dipikir-pikir, ga penting banget!

"Hm, Bekasi kali'!"

"Yakin jawabannya itu Mbak? Saya kasih kesempatan mikir dulu. Soalnya setelah ini jawabannya saya kunci."

"Iya Bekasi aja deh!" Whatever-lah! Nothing to lose!

"Oke, saya kunci jawabannya ya Mbak. Ini saya perlihatkan gambar ibu-ibu yang tadi sudah beruntung mendapatkan 1 set Magic Pressure Cooker. Mbak kenal ama Ibu Malika?"Tangannya mengarahkan layar HP untuk saya lihat. Nampak seorang ibu berfoto dengan kotak hadiah di tangannya.

"Enggak, saya gak kenal. Itu bukan warga blok sini kayaknya!"

"Iya betul, ini dari blok sebelah!"

"Trus?"

"Jika jawaban Mbak ternyata benar, nanti saat penyerahan hadiah, Mbak bersedia mengganti biaya administrasi sebesar ini?" Sambil menunjukan nominal yang tertera di kertas yang digulung sebagiannya, Rp 299.000,-!

"Itu apaan? Pajak hadiah?" Mulai curiga.

"Bukan Mbak! Sebagai tanda terima kasih, pajak hadiah telah ditanggung oleh pihak perusahaan."

"Mmmm..," ragu-ragu. Lah kalau jawaban benar harus bayar segitu dong? Terbayang isi dompet! Waduh kan tadi baru aja dikuras buat bayar pesenan Tupper***e? Mana suami belum pulang lagi, hiks!

"Gimana Mbak? Bersedia membayar uang administrasi sebesar ini saat hadiah telah diterima oleh Mbak nanti?"

"Ya, kalau disuruh bayar saya gak mau! Katanya tadi mau ngasih kenang-kenangan, gimana sih? Kok malah disuruh bayar?"

"Oke kalau begitu, kita liat aja jawaban yang benar ya, Mbak? Coba liat di botol ini, yang paling atas tertera di mana?"

"Jakarta!"

"Ya, sayang sekali berarti Mbak jawabannya salah! Maaf ya, Mbak! Dan terima kasih banyak atas waktunya! Wassalamualikum!"

Lalu dia pergi. Udah? Gitu aja? Trus? Hadeeuuuh...dasar sales! Bilang aja mau jualan panci presto murahan!


Cikarang Pusat, 18 Maret 2014

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik