Penyakit Aneh dan Langka di Tubuh Saya


Bagaimana perasaan anda saat mengetahui bahwa di dalam tubuh anda bersemayam penyakit yang hanya diderita oleh 4% saja dari keseluruhan populasi dunia?


Yup, saya salah satu dari 4% manusia di dunia yang menderita penyakit langka skin writing atau
urticaria dermatographyc. Awalnya saya tak tahu tentang penyakit ini. Hingga beberapa tahun lalu saya menyaksikan berita televisi yang menayangkan bocah Ali Yakubov yang mempunyai kulit berlafazkan ‘Allah’ di tubuhnya. Yang belakangan dilansir sebagai kebohongan publik. Dalam arti, lafaz tersebut sengaja dibuat oleh pihak yang menginginkan popularitas.

Secara persis saya tak ingat sejak kapan mengidap penyakit ini. Hanya saja saat kelas satu SMP saya baru menyadari bahwa ada yang aneh pada kulit saya. Setiap kali permukaannya tertekan benda seperti pulpen, kayu, bahkan cengkeraman tangan yang kuat, akan menimbulkan bekas pada kulit yang langsung terlihat beberapa menit kemudian. Bekas tersebut berupa bilur-bilur merah dan timbul dengan bentuk sesuai bentuk tekanan yang didapatnya. Ada rasa panas dan gatal juga. Semua efek tak nyaman itu akan berangsur-angsur hilang dengan sendirinya.

Secara khusus saya belum pernah memeriksakan penyakit ini, selain ke dokter umum yang hanya menyarankan untuk menenggak obat anti alergi. Dan saya bukan termasuk orang yang senang meracuni diri sendiri (baca: minum obat). Meski dalam kondisi tertentu penyakit ini kadang merepotkan juga. Misalnya, saya tak bisa sembarangan menggaruk bagian tubuh yang terlihat seperti wajah dan tangan. Karena dapat berakibat kulit wajah memerah dan bentol-bentol membentuk bekas garukan. Dan sudah pasti berbuntut pertanyaan macam-macam dari yang melihat.

Saya juga pernah membaca bahwa ini penyakit genetis, jadi tidak menular. Tapi yang  jadi pertanyaan, jika ini merupakan penyakit bawaan, kenapa tak satupun saudara kandung, keluarga dan kerabat dekat yang mengidap penyakit ini? Dan saya hanya disarankan untuk menghindari faktor pemicunya, walau hal itu jelas tak mungkin untuk saya hindari. Hingga kini saya mencoba berdamai saja dengan  penyakit tak lazim yang mungkin akan terus menempel seumur hidup saya nanti. Saya hanya berharap semoga anak- anak saya nanti tidak mewarisi penyakit aneh ini.

Atau barangkali ada pembaca yang bernasib sama seperti saya? Jika punya informasi tentang penyakit ini serta metode penyembuhannya, mohon dibagi ya?

Cikarang Pusat, Desember 2011




Komentar

  1. Saya jg gtu.. Gk tw ap pnyebab ny..

    BalasHapus
  2. Hm, saya blm pernah bertemu dengan org yg bernasib sama. Rasanya ingin membuat grup dengan mengumpulkan populasi yg 4% itu...Lucu kali ya?

    BalasHapus

Posting Komentar

Komen aja, jangan malu-malu! ^_^

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik