Ciri-ciri Suami Sayang Istri

Hm, ada workshop menulis bersama Asma Nadia yang bakal diselenggarakan di Jakarta. Harus ikut nih! Tapi, setelah melihat-lihat dompet, sepertinya sudah kehabisan dana untuk itu. 400 ribu rupiah, belum ongkos buat transport, jajan dan makan di jalan. Uang sudah habis buat belanja orderan Tupperw**e. Pesanan bulan ini memang gila-gilaan.

Bagaimana ini? Kira-kira suami mengijinkan tidak ya? Kalau kemarin dua kali kopdar ia fine-fine
saja, mungkin karena tak berbayar. Lah sekarang? 400 ribu bo! Bisa buat deposit dompet pulsa untuk cadangan seminggu. Apalagi tanggal keramat (baca:gajian) masih lama. Oh, tanggal 7, bisa kau merapat sejenak? Untuk bulan ini saja, hiks..! 

Paginya sambil mencuci piring, saya langsung memberitahunya bahwa Pak Isa mengundang untuk ikut workshop di Jakarta Design Center, Slipi. Reaksinya? Dia diam saja sambil menaruh sendok bekas sarapan nasi uduk di wastafel. Entah diam karena tak setuju atau diam karena sudah tahu.

Sampai pulang kerja malam hari, ia tak kunjung menyinggung tentang hal itu. Minimal bertanya begini, 'Bunda mau ikut?' atau 'Ada duitnya gak?' He say nothing at all, pemirsahhh!

Besok harinya sambil mencari info dari teman yang mau ikutan, akhirnya saya dapat pasangan untuk mendaftar. Saya mendaftarkan diri tanpa bertanya terlebih dahulu pada suami. Setelah daftar, eh ternyata langsung disuruh transfer. Saya pikir bayarnya nanti aja di TKP. #maunye :p

Waduh, bagaimana ini? Dapat ijin saja belum, mana harus transfer pula. Dengan ketar-ketir akhirnya saya memberanikan diri SMS suami.

"Yah, Bunda boleh ikut workshop gak sih?" Tambahin emoticon kedip-kedip ah, ngerayu.com!

"Emang kenapa?"

"Ayah dari kemarin diam aja, takutnya Bunda gak boleh ikut!" 

"Boleh!" 

"Beneran nih? Tapi bayar lho, Yah?"

"Berapaan?"

 "400 ribu. Kalau daftar berdua jadi 300 ribu aja! Bunda dah dapat nih temannya, biar daftar dapat diskon!"

"Ya udah, ikut aja!"

"Tapi harus transfer hari ini, Yah! Soalnya Bunda udah terlanjur daftar tadi!"

"Ya, nanti ditransferin!"

"Tapi transfernya dobel ya, Yah? Buat nalangin teman Bunda dulu, biar sekalian! Boleh gak?"

"Ya!"

"Makasih ya, Han! Nanti di-SMS-in nomor rekeningnya. Jangan lupa struknya ya? Muach..muach..!"
Tambah emoticon peluk, kecup plus love yang banyak

Horee, akhirnya bisa ikut workshop juga! Alhamdulillah! Senangnya saat hobi kita didukung penuh oleh suami!

Punya suami yang pengertian itu benar-benar sesuatu ya??


#dedicated to my husband, DYH

Cikarang Pusat, Akhir Februari 2014

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik