Are You Deadliner Person?



Ifa Avianty, penulis beken yang tulisannya manis-manis romantis itu akhirnya mengakui berpenyakit seperti saya, sama-sama deadliner person.

Hal ini ia ungkapkan saat menjadi pembicara sebuah seminar kepenulisan yang diadakan oleh Forum Lingkar Pena (FLP) Bekasi, Minggu 11 Mei 2014 lalu di Aula Pasca Sarjana Universitas Empat Lima (UNISMA), Bekasi. Penulis buku 'Facebook on Love' ini membeberkan bagaimana dulu ia sering melakukan hal itu, meski sebenarnya ini tak baik untuk dicontoh oleh penulis lain.

Apa itu deadliner person? Ini adalah sebutan bagi penulis yang menyelesaikan tulisan di saat-saat terakhir pengumpulan naskah. Persis seperti saya. Entah kenapa, jika dikejar-kejar deadline begitu, tulisan lebih mudah dibuat. Ide lebih lancar mengalir sehingga membuat kepala tak repot-repot berpikir.

Bagaimana agar tak terjebak jadi deadliner person? Buat jadwal harian saat menulis, saran wanita yang lahir 21 Mei 1970 ini. Misalnya targetkan sehari menulis minimal satu halaman. Boleh lebih, asal tak keluar dari outline yang telah dibuat sehingga tulisan tak melebar kemana-mana. Dan untuk mendukung mood, buat suasana senyaman mungkin saat menulis. Bisa dengan iringan musik lembut, secangkir coklat hangat, dan lain sebagainya.

Saat ditanya tentang bagaimana agar kita tak cepat puas dengan pencapaian yang diraih dalam menulis sehingga tidak menyebabkan kebuntuan ide, beliau menyarankan untuk men-challenge diri sendiri. Misalnya, saat kita berhasil membuat puisi, tantang diri untuk membuat cerpen. Cerpen selesai, tantang diri membuat cerber. Setelah cerber, novel dan seterusnya. Sementara itu tantang juga diri sendiri untuk membuat antologi hingga akhirnya mampu menerbitkan karya sendiri.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik