Anak Bertanya, Ibu Gelagapan

#1

"Bunda, Allah itu di mana?"

"Di atas Arsy'!" Kujawab acuh sambil asyik menulis dan menghitung daftar pengeluaran.

"Arsy itu di mana?"

"Mungkin di langit," asal jawab karena merasa terganggu.

"Ngapain Allah di langit, Bunda? Mau ketemu Superman?"

"??????" Nyengir! 'Makanya jangan asal jawab Buk!'. Begitu nasehat seorang teman saat
perbincangan ini kujadikan status Facebook. Yup, benar ibu-ibu, don't try this at home!
Bingung nih, Bunda ditanya macam-macam kok gelagapan yak?

#2

"Bunda kok sholat melulu?"

"Tadi kan Subuh, sekarang Dhuha!"

"Emang sholat harus berapa kali Bunda?"

"Lima kali, Sayang!"

"Kenapa harus sholat sih, Bunda?"

"Biar disayang sama Allah!"

"Allah sayang gak sama Nayla?"

"Iya, kalo Nayla gak nakal pasti disayang Allah!"

"Allah baik ya, Bunda?"

"Iya dong!"

"Kalo baik, kok gak pernah ngasih permen???"

"???????????"

#3

"Bunda, ini foto Ayah sama Bunda di mana?" sambil membolak-balik foto di album pernikahan.

"Itu di rumah Nekwan (nenek), Sayang!"

"Di rumah Mbah? Di Karawang?"

"Bukan, di rumah Nekwan di Kalimantan!"

"Yang Nayla naik pesawat itu?"

"Betul!"

"Kok Bunda kayak pengantin?"

"Iya, itu foto waktu Bunda dan Ayah nikah!"

"Kok gak ada Naylanya, Bunda?"

"Mmmmmm...,"sambil mikir nyari jawaban yang tepat.

"Mana foto yang ada Naylanya, Bunda?" Gawat! Mulai ngambek.

"Mmmm...itu...mmm..anu....," gelagapan!

"Kenapa Nayla gak diajak?" Mulai mewek.

"Waduuhh!@#$%^*_*#@%"

#4

"Bunda..Bunda..itu perut Tante Cinta kenapa, kok buncit?"

"Owhh, itu artinya tante Cinta lagi hamil, perutnya buncit karena ada dedek bayinya!"

"Kok bisa ada dedek bayinya?"

"Mmmm...," bingung mode : ON!!

"Dedek bayinya dari mana, Bunda?"

"Dari Allah..!"

"Dari Allah?? Gimana masukinnya, Bunda?"

"Ee..mm..anu..," speechless.

Tiba-tiba..ting..! Lampu pijar nongol!

"Nayla mau jajan Chocolatos gak?"

"Mau..mau..! Tiga ya, boleh gak?"

"Boleh, nih duitnya! Sono gih!" tersenyum penuh kemenangan, bisa ngeles dengan sukses memperdaya anak di bawah lima tahun!

#5

"Bunda kok pake jilbab terus sih?"

"Karena kita orang Islam, jadi harus pake jilbab, Sayang!"

"Kok Nayla enggak?"

"Nay kan masih kecil, gak apa-apa gak pake jilbab! Tapi nanti kalo udah besar baru deh harus berjilbab terus, ga cuma di sekolah ama waktu pergi doang!" Panjang bin lebar jawabannya. Tumben nih, bundanya pinter!

"Itu Budhe yang di sebelah, udah besar gak pake jilbab!"

"Budhe kan bukan Islam, jadi gak wajib berjilbab."

"Emang Budhe agamanya apa?"

"Budhe agamanya Kristen, Sayang!"

"Kalau gitu Mama Rissa Kristen ya Bunda?"

"Islam dong! Kan sering bareng ke pengajian ama Bunda!"

"Kok gak pake jilbab?"

"Kalo pengajian pake jilbab kan?"

"Kok gak tiap hari kayak Bunda?"

Duuh, gimana ya ngejelasinnya? Bingung! Dijawab asal takut dia 'ngember'! Dijelasin beneran, takut ga paham! Ga paham alamat bermunculan pertanyaan berikutnya! Hikss..!

"Kok diam aja sih? Kenapa Bunda? Kata Bunda orang Islam harus berjilbab??"

"*&^%$#:"{<%^&**|}##..!" Hiks..somebody help mehhhhh!!


#6

"Bunda, kok baju Jupe ada telurnya??"

"Telur?" mikir sebentar,"owhh," nyengir!

"Itu bukan telur, Sayang! Tapi buat nyusuin dedek bayi!"

"Emang Jupe ada dedek bayinya?"

"Mmm..hehee!!"

Huft, gara-gara Jupe nih, obral 'telur' mulu!

#7

"Bunda, Olga itu cewek apa cowok?"

"Kok Aming pakai baju cewek, Bun?"

Arrggh, kenapa program anak ada selipan iklan acara dewasanya?? Hiks..!

‪#‎Based on my daughter's unpredictable questions.

Di atas hanya segelintir dari ratusan pertanyaan yang kadang membuat saya terpana bercampur bingung. Kehabisan kata karena tak tahu bagaimana cara yang tepat menjawab pertanyaan sesuai dengan usianya yang saat itu 4,5 tahun. Lebih sulit daripada merumuskan Teori Gravitasi-nya Isaac Newton atau menjelaskan Tabel Sistem Periodik Unsur!

Dulu saya begitu mudahnya 'mengelabui' agar dia lupa dengan pertanyaan yang membuat gelagapan seperti di atas. Tapi sekarang? Seiring pertambahan usianya, trik itu tak berlaku lagi!

Seperti saat melancarkan beberapa pertanyaan berikut ini:

"Bun, mencemooh ama percaya diri itu apa?" Sambil baca bukunya Putri Salsa.

"Profil itu apa sih?" Melihat setting-an akun FB ayahnya.

"Golkar apa Bun? Golongan Karyawan?" Saat membaca spanduk kampanye di pinggir jalan. ‪#‎mentang-mentang ayahnya karyawan.

"Apa itu dukun cabul?" Saat mendengar berita kriminal.

"Keguguran apa Bun? Caesar itu apa? Normal gimana?" Waktu diam-diam mendengarkan emaknya ngerumpi.

"Bunda, hubungan gelap apaan?" Iseng baca potongan berita di pembungkus nasi uduk.

"Yang nyanyi namanya Sex Pistol?? Pistol kan senjata pistol, trus Sex-nya apa Bun?" Saat melihat video klip jadul di TV.

"Bun, itu yang main sinetron suami istri ya? Kok peluk-pelukan?" Saat tak sengaja melihat iklan tayangan sinetron remaja.

"Lay out apa, Bun? Penyunting apa sih? Apa itu ilustrasi?" Saat baca lembar pertama buku-buku terbitan Asma Nadia Publishing House.

"Skandal apa Bun?" Gara-gara berita skandal impor daging sapi yang sering wara-wiri di televisi.

"Nikah bawah tangan apa Bunda? Tangannya di bawah meja?"

"Tunanetra apa? Braille gimana? Om Rama kata Bunda buta, kok bisa nulis buku?"

Dst...dst...dst...fyuuhhh!!

Benar adanya, Ibu adalah madrasah. Pendidik pertama untuk putra-putrinya. Sehingga menempatkan profesi ibu sebagai mata kuliah seumur hidup. Mau tak mau mereka terus menuntut kita melakukan proses pembelajaran karena telah berstempel 'orang tua'. Orang tua bagi anak sendiri, maupun bagi anak-anak lain sebagai generasi penerus bangsa.

Ternyata menjadi ibu itu sangat tidak gampang ya? Perlu perbekalan ilmu seluas samudera. Tak hanya ilmu dunia, yang paling penting ilmu akhiratnya!

Terima kasih putriku, pertanyaanmu memaksaku untuk belajar, belajar, dan terus belajar!!

Cikarang Pusat, 9 Januari 2014

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik