Berbagi Kekuatan Lewat Berbagai Kisah Perceraian



Judul Buku   : Jangan Bercerai Bunda
Penulis         : Asma Nadia, dkk
Penerbit       : Asma Nadia Publishing House
Jumlah Hal  : xiv + 298 halaman
Harga          : Rp. 55.000,-
Cetakan      : I/September 2013
ISBN           : 978.602.9055.20.7

Tak ada orang menikah yang mengharapkan perceraian. Inginnya pernikahan berlangsung sekali hingga kematian yang memisahkan. Tapi seiring waktu, tak satu pun bisa menjamin, bahwa penyatuan dua hati dalam mahligai perkawinan selamanya indah berpelangi. Memudarnya cinta dan
perasaan, kebosanan pada pasangan, ketidakcocokan serta perselingkuhan acapkali dituding sebagai alasan untuk merubuhkan fondasi pernikahan dengan jalan perceraian. Sesuatu yang halal, namun dibenci oleh Allah, momok menakutkan dalam perkawinan.

Jika hal itu harus terjadi, apa yang harus kita lakukan? Langkah apa yang sebaiknya diambil bila pasangan hampir menginjak gerbang perceraian? Kepada siapakah kita membawa persoalan rumah tangga agar perceraian bisa terhindarkan? Dan jika perceraian tak terelakkan bagaimana sebaiknya kita menata hidup agar kembali normal seperti sedia kala? Bagaimana mengatasi psikologis anak sebagai korban perceraian?

Buku yang ditulis oleh penulis 50 buku best seller Asma Nadia serta beberapa kontributor lainnya ini, setidaknya ingin menjawab semua pertanyaan di atas. Berdasarkan kisah nyata yang dihimpun dari berbagai sumber, sisi lain dari perceraian diungkap. Baik dari sudut pandang ayah dan bunda sebagai pengambil keputusan, juga ditinjau dari sisi anak-anak yang memiliki orang tua yang bercerai.

Lewat rangkuman kisah sejati ini, Asma Nadia yang merupakan penerima anugerah Tokoh Perubahan Republika 2010, ingin mengajak pembaca untuk belajar dari pengalaman orang lain, sebagai bentuk dukungan moril bagi wanita yang mungkin sedang berada di lingkar masalah serupa. Sehingga mampu mengambil langkah selanjutnya berdasarkan pertimbangan yang logis, bukan karena perasaan semata.

Buku ini menurut saya juga wajib dibaca mereka yang akan atau sudah berumah tangga, karena banyak hikmah dan pelajaran serta pesan penting yang tersirat di sebagian besar kisahnya. Agar kelak kedua belah pihak, suami istri bersama-sama bekerja keras mencapai apa yang dicita-citakan sejak awal berumah tangga. Sehingga sebesar apapun godaan atau rintangan sepanjang pernikahan, tak membuat kita kehilangan fokus menggapai tujuan akhir dari perkawinan itu sendiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik