Rabu, 11 April 2018

Cernak yang Susah-Susah Enak

Melihat banyaknya event lomba dan maraknya penerimaan naskah khusus bacaan anak belakangan ini, lumayan bikin saya mupeng. Ingiiiin sekali  nulis cernak tapi ilmunya masih nol koma sembilan. Apalagi kudu ada panduan ilustrasi gitu. Hadeuh ... dari SD juga kalo disuruh gambar pasti keluar lukisan gunung dempet yang di tengahnya ngintip matahari terbit, udah. Diponten 6,5 doang girangnya bukan main😁

Bikin cerita anak sambil momong anak orang 😂

Ini di luar renjana saya sebenarnya. Saya terbiasa bikin cerita pendek untuk kategori pembaca remaja ke

Selasa, 10 April 2018

Yang Terjadi Ketika Penggila Fiksi Menulis Nonfiksi

Awalnya saya berencana ingin menulis buku fiksi. Dua cerita fiksi anak sudah saya siapkan sebagai ancang-ancang untuk dikirimkan ke panitia sayembara bacaan anak yang diadakan Mendikbud dalam rangka Gerakan Literasi Nasional 2018.

Mengabadikan kota kelahiran dalam sebuah buku itu ternyata membahagiakan😍

Namun setelah mengikuti kelas online bacaan anak yang diadakan oleh Forum Lingkar Pena beberapa

Bersama Mereka Tiga Jam Masih Kurang!

Waktu sudah menunjukkan pukul 15.56 saat saya turun dari angkot 61 di perempatan arah Jarakosta-Warungbongkok- Kalimalang. Sudah pasti telat ini. Kelas seharusnya dimulai empat menit setelahnya. Saya diminta mengisi kelas menulis untuk murid Mts dan MA Ponpes Darul Fikri di daerah Warung Bambu, Telaga Murni.

Foto: Adam Darul Fikri

Ini benar-benar kesan pertama yang buruk🙈 Padahal dari rumah belum jam tiga saya sudah berangkat Sebelum irigasi, sepanjang Kalimalang mobil sudah terlihat berderet-deret karena macet. Entah apa sebabnya.

Saya putuskan naik ojol. Sayang si abang juga kurang paham jalan😂

Senin, 02 April 2018

Ketika Saya tak Hafal Mars Kabupaten Bekasi!


Pukul 04.00 alarm berbunyi. Subuh belum menjelang. Saya langsung kasak-kusuk di dapur. Memblender daun pandan, menguleni  dan membulatkan adonan hingga membuat kuahnya. 

Materi Teknologi Pengemasan Produk Pangan oleh Bunda Amalia, ST, M.si

Santan di panci sudah mendidih meski belum mengental saat adzan Subuh berkumandang. Tanggung ah.

Dear Emak-Emak Ber-matic!

Jujur, untuk satu  hal ini perasaan sedikit gado-gado meski sama-sama berlabel emak-emak. Ketemu ibu-ibu naik motor matik yang seenaknya berkendara di jalan raya tetap saja bikin gemes tingkat Bimasakti.


Saya sendiri butuh waktu lama untuk berani bawa kendaraan roda dua ke luar jalan kompleks. Jadi minoritas itu nggak enak, bray!

Search This Blog

Translate